Warga Tanimbar Dibunuh, Keluarga Semayamkan Jenazah di Kantor Walkot Sorong

Oasepapua.id Kamis (07/11) sekira Pukul 15:00Wit,  Kantor Wali Kota Sorong dikagetkan dengan kunjungan sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Keluarga suku Tanimbar Maluku mengarak jenazah YK (50)  yang diduga merupakan kasus pembunuhan sadis di Wilayah proyek Reklamasi selasa (5/11) lalu masuk ke dalam kantor Wali Kota Sorong.

Jenazah tersebut berawal diarahkan dari rumah duka yang di kawal ketat aparat keamanan ini sempat membuat panik seluruh ASN Kantor Wali Kota, pasalnya jenazah yang diduga sudah sekitar 4 hari tersebut dibawa masuk hingga ke ruang lobi dan dibuka begitu saja yang mengeluarkan bau yang tidak sedap dan membuat semua ASN berhamburan keluar kantor.

Peti Jenazah Yang dibawa masuk kedalam Kantor Wali Kota Sorong.ft.Pbe

Ketua Duanolak Maluku Tenggara Barat atau Suku Tanimbar, Fredeki Malafu  mengatakan bahwa setelah kejadian penganiayaan yang mengakibatkan kematian pada YK ini, kepala suku Maybrat dan Kepala suku Marei di Polsek Sorong Barat untuk membahas pertanggung jawaban dari keluarga tersangka.

“Mereka maunya persoalan di atur dengan baik kemudian mereka meminta waktu untuk kembali ke keluarga pelaku untuk membicarakan dengan catatan hari ini mereka datang,”jelasnya

Namun pada saat pemakaman, kepala suku Maybrat mengutuskan orang lain dan permasalahan ini jadi mengambang. Sehingga masyarakat pun marah dan membawa Jenaza ke kantor Walikota Sorong agar Pemerintah bisa melihat hal ini.

Jenazah YK Dibawa dan disemayamkan di Lobi Kantor Wali Kota Sorong,Kamis (07/11)

“Karena anak ini meninggal di bunuh dan yang bunuh ada sekitar 7 orang Asal Maybrat, maka kemarin sudah dibicarakan dengan kepala suku Maybrat dan Marei dan tadi lagi ada utusan dari kepala suku yang berbeda sehingga ini menjadi ngambang,”tuturnya.

Menurutnya berdasarkan informasi para pelaku tega menghabisi nyawa YK karena dalam pengaruh Miras. Dan YK ini bekerja sebagai buruh di reklamasi tersebut. Ia pun berharap agar keluarga pelaku bertanggung jawab mungkin melalukan pendekatan dengan kepala suku. Sebenarnya semua masyarakat Tanimbar yang mendatangi kantor Walikota Sorong namun pihaknya menghalangi sehingga yang datang hanya keluarga saja untuk menuntut pertanggungjawaban yang jelas.

“Saya hanya mengizinkan keluarga korban saja yang datang ke kantor Walikota Sorong, untuk mempertanggungjawabkan masalah ini. Kalau datang semua berarti ceritanya lainya. Sehingga kita minta masalah ini segera harus dituntaskan tanggungjawabnya,” tegasnya.

Sementara itu, Assisten II Setda Kota Sorong Drs. Anton Sagrim saat menemui keluarga korban mengatakan bahwa untuk tanggungan pemakaman akan di tanggung Pemerintah Kota Sorong dengan berupa uang tunai dan di serahkan kepada keluarga.

“Nanti soal kuburan di urus sama Dinas Sosial, sehingga saya meminta agar masyarakat bisa kembali untuk menguburkan jenasa YK dan masalah adat akan di selesaikan dengan adat juga,”pungkasnya.

Pantauan media ini usai melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah Kota Sorong dan berhasil menemukan kesepakatan, maka keluarga Korban kembali mengarak jenazah pulang ke rumah duka.(PBE)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.