Tuntut Kapolri Usut Tuntas Gugurnya Kader IMM Di Kendari, IMM Sorong Sholat Goib Di Polres

Oasepapua.id- Kurang lebih 25 orang mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sorong, melakukan sholat goib untuk dua kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) yang telah gugur di medan perjuangan pada saat aksi unjuk rasa menolak RUU kontroversial di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara.

Aksi solidaritas mahasiwa bersama anggota polres Sorong lakukan Sholat di Masjid Al Farizi Mapolres Sorong, Sabtu (28/9/2019) sore.

Usai sholat goib, mereka melakukan orasi di halaman Mapolres dan membuat surat pernyataan sikap untuk Kapolri, yang disampaikan melalui Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik.

Pada orasi tersebut adapun aspirasi oleh Solidaritas IMM yang mana isi tuntutan sbb :
Pertama, mendesak Jendral Kepolisian Tito Karnavian untuk mengusut tuntas dan segera memberikan informasi yang sebenar – sebenarnya kepada masyarakat lndonesia terkait penembakan aktivis kader ikatan mahasiswa muhammadiyah immawan Randy.

Yang kedua, Menuntut secara tegas kepada Jendral Polisi Tito Karnavian selaku kepala kepolisian republik indonesia, dalam hal ini melalui polres kabupaten sorong untuk mencopot KAPOLDA sulawesi tenggara dari jabatan,

” parena dianggap lamban dan lalai pada kasus penembakan aktivis ikatan mahasiswa muhammadiyah immawan Rendy dan Immawan yusuf kardawi pada saat aksi demontrasi di kendari Sulawesi Tenggara.

Kemudian ketiga, Pihak kepolisian di tekankan untuk tidak lagi bersikap arogansi dan bertindak anarkis kepada aktivis mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di muka publik karena kebebasan berpendapat di jamin oleh Undang – undang No. 9 tahun 1998 pasal 9 dan 10. Yang berikutnya Meminta kepada pihak kepolisian untuk menghentikan segala upaya penahanan atau penolakan aksi demonstrasi kepada aktivis mahasiswa di seluruh indonesia.

” Kami memberikan jangka waktu 48 jam untuk menyelesaikan dan mengusut secara tuntas kasus penembakan terhadap aktivis kader IMM, jika tidak Kapolri harus mundur.” Kata salah seorang mahasiswa saat orasi.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang sudah mau datang ke Polres Sorong dalam rangka mengantar aspirasi dengan tetap menjaga Kamtibmas di Kabupaten Sorong.

Dijelaskannya, pihak Polri pasti akan mengusut tuntas atas kejadian yang menyebabkan Mahasiswa di Kendari Meninggal dunia pada saat melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU kontroversial di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara.

” Untuk itu saya berharap ade-ade Mahasiswa kader IMM yang ada di Kab. Sorong tidak usah terpancing atau terpropokasi oleh postingan – postingan di media sosial yang menyatakan kalau Mahasiswa Meninggal Dunia karena tembakan dari aparat Kepolisian, karena kita ataupun ade-ade semua tidak ada di TKP pada saat kejadian,” Ungkap Made

Kapolres juga menegaskan, kepada Mahasiswa untuk percaya terhadap tim-tim pencari fakta yang sementara berusaha melakukan olah TKP, uji ladfor dan lain sebagainya untuk mengungkap siapa pelaku penembakan terhadap Mahasiswa tersebut.

Aksi solidaritas tersebut selesai situasi dalam keadaan aman, baik dan tertib. Dan diakhiri dengan penandatangan Aspirasi dan Penyerahan aspirasi dari mahasiswa kepada Kapolres Sorong.(PBE)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.