Tak Miliki Ijin THM Oxy Club Di Kampung Baru Kota Sorong Disegel, Puluhan Ladies Menganggur

Oasepapua.id–  Kurang lebih 30-an leadis yang bekerja di Tempat Hiburan Malam (THM) Oxy Club yang beralamat di Kampung Baru, Kota Sorong Papua Barat terancam menganggur, pasalnya THM tersebut disegel karena tidak memenuhi persyaratan operasional perizinan usaha.

Proses resmi disegelnya Oxi Club ini yang ditandai dengan penempelkan kertas larangan operasi oleh pihak Pemerintah Kota Sorong melalui instansi terkait yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) ,  Rabu (2/10) Pukul 22:00 WIT.

Sebelum dilakukan penyegelan, Satpol PP yang didampingi POMAL Sorong melakukan pemeriksaan kelengkapan identitas penghuni THM tersebut dan di temukan ada sekitar 4 orang yang tidak memiliki identitas secara jelas, dan ketika dikonfirmasi mengaku datang dari luar daerah dan baru masuk kerja di THM tersebut.

Kepala Satpol. PP, Daniel Jitmau, MM saat di wawancara menjelaskan THM Oxy Club di segel atas ketidakpatuhan dan kelalian pihak managemenya terhadap aturan yang sudah ditetapkan.

“Untuk beriperingatan kepada pemilik club Ini bukan baru pertama tapi sudah kali ketiga. Pertama telah kita berikan peringatan dengan menghadirkan menagemenya melakukan pertemuan untuk melengkapi semua berkas usahanya dan saat itu tidak hiraukan, maka kita lakukan pertemuan kedua dengan kembali membahas hal yang sama namun hingga pada pertemuan ketiga ini kita ambil langkah untuk diberhentikan sementara dengan batasan waktu yang tidak menentu,” jelas Kasat.

Lanjut dia, selain kelengkapan berkas izin operasionalnya, adapun keluhan dari masyarakat bahwa meresahkan yang dilaporkan oleh pihak kelurahan kepada pihaknya bersama dinas PMPTSP, dan ketika dalam beberapa kali pertemuan bersama pihak Managemen THM Oxy untuk membenahi tidak dilakukan dengan baik.

Kepala Satpol. PP, Daniel Jitmau, MM didampingi kepala Bidang, dinas PMPTSP, Herry Wijasena dan LurahKampung Baru, Pieter Jefry Baru, serta masyarakat setempat

“Yang masyarakat keluhkan adalah kebisingan di dalam Bar ini. Karena tidak menggunakan peredam. Saat pertemuan kita arahkan untuk gunakan peredam tetapi sampai hari ini tidak pakai. Maka kita harus tutup,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang, dinas PMPTSP, Herry Wijasena menjelaskan bahwa setiap uasaha tentunya harus punya izin. Setelah mereka melakukan pengecekan berdasarkan laporan THM  Oxy Club sama sekali tidak memiliki izin operasional.

Kepala Bidang, dinas PMPTSP, Herry Wijasena didampingi LurahKampung Baru, Pieter Jefry Baru ketika diwawancarai Di THM Oxy Club

“Ada beberap izin yang harus mereka penuhi yakni izin lokasi sesuai dengan tata ruang Kota Sorong, izin lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin usaha atau tanda daftar Pariwisata, dan Izin perdagangan. mereka harus punya izin-izin ini,” ungkap Herry.

Jadi, lanjut dia, THM Oxy di segel untuk sementara waktu diberikan kesempatan untuk mengurus semua izin tersebut, dan setelah itu apabila telah masukan berkas izinnya masih kembali mereka lakukan kajian ulang, apakah sudah sesuai atau tidak.

“Namun yang menjadi kemungkinan terkait dengan izin lingkungannya dan lokasi tidak dari hasil pantauan kita sudah tidak sesuai karena berada di padat penduduk. Dan harus berpindah tempat kalau ingin melanjutkan usahanya,” terangnya.

Kepala Lurah Kampung Baru, Pieter Jefry Baru menjelaskan bahwa pihaknya mengapreseasi instansi terkait dalam hal ini Dinas PMPTSP dan Satpol. PP yang telah menindak lanjuti keluhan masyarakat kelurahan Kampung Baru khususnya yang berada di wilayah RT 04 RW 05 dengan baik dan berhasil di segel. Karena, menurut dia, berdasarkan keluhan warganya yang berada di lokasi tersebut bahwa jam operasionalnya diidentifikasi melewati batas, sehingga perlu diberikan pelajaran dan pihaknya berharap agar kalau bisa dapat dipindahkan ke tempat lain apabila ingin kembali beropresi. (PBe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.