Simpan Bahan Peledak, Lima Warga Di Sikka NTT di Tangkap Polisi

Oasepapua.idSebanyak Lima warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap oleh Direktorat Perairan Polda NTT bersama kru kapal polisi Pulau Sukur 3007, Senin (13/01/2020). lima orang nelayan yang diduga kuat membawa bahan peledak atau bom ikan di sekitar Pelabuhan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kelima yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin dini hari itu adalah Swandi Juadi, Rudi Salam,Murtani, Syaiful serta Sutarmi. Kelima orang itu tidak murni sebagai nelayan, karena ada yang berprofesi sebagai wiraswasta.

“Kami tangkap mereka (lima nelayan tersebut) sekitar pukul 02.00 WITA pada Senin (13/1) dini hari di Pelabuhan Wuring, Maumere, Kabupaten Sikka,” kata Ditpolairud Polda NTT Kombes Pol Dwi Suseno kepada Antara di Kupang.

Ia mengatakan lima orang tersangka yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin dini hari itu adalah Swandi Juadi, Rudi Salam,Murtani, Syaiful serta Sutarmi. Kelima orang itu tidak murni sebagai nelayan, karena ada yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Ia menceritakan kelima orang tersebut ditangkap berawal dari laporan warga Wuring yang menyebutkan bahwa perkampungan nelayan di barat Kota Maumere itu marak terjadi transaksi penjualan bahan baku pembuatan bom ikan.

Tim Intelair Sub Direktorat Penegakkan Hukum (Subdit Gakkum) langsung melakukan penyelidikan di perkampungan nelayan tersebut, kemudian dari hasil pendalaman tim Intelair Subdit Gakkum yang dibantu oleh kru kapal polisi Pulau Sukur 3007 berhasil melakukan tangkap tangan terhadap lima orang pelaku yang membawa dan menguasai barang-barang tersebut .

Sejumlah bahan baku pembuatan bom ikan itu diketahui diambil dari Pulau Pamana yang terletak tak jauh dari Kota Maumere, yang hendak diedarkan pula ke wilayah Kabupaten Flores Timur. “Bersyukur kami lebih dahulu menggerebek mereka,” katanya.

Kelima tersangka pelaku tersebut sudah diamankan di Polres Sikka di Kota Maumere untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit perahu motor, 30 karung pupuk matahari ukuran 25 kg, 100 batang detonator dan lima buah telepon genggam. Para tersangka pelaku dituduh melanggar UU No.12/Drt/Tahun 1951 tentang senjata api. (Antara//004).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.