Sakit Hati Karena Bensin, Hasan Tebas Teman Operator Hingga Tewas

Oasepapua.id– Hasan Lahmadi (32 ) asal suku seram berdomisili di jalan Rajawali, Kelurahan Malaingkedi, Distrik Remu, Kota Sorong, tega membunuh Aluwen (23) karena sakit hati Bahan Bakar Minyak di Pakai korban hingga habis, Minggu 29 September 2019 sekitar pukul 16.00 WIT.

Sebelum kejadian Naas tersebut, Korban dan Tersangka yang merupakan pekerja operator sensor kayu di Kampung Klakak, Distrik Modus Kabupaten Sorong bersama-sama mengkonsumsi minuman keras (cap tikus) di camp milik Tersangka. Saat Konsumsi Miras tersangka menyampaikan perasaan kecewa dengan tindakan Korban yang memakai bahan bakar (bensin) hingga habis.

“Dari ungkapan rasa kecewa ini, sehingga tersangka dan korban cekcok atau adu mulut. Dalam cekcok tersebut tersangka (Hasan) merasa sakit hati terhadap Korban Aluwen (23), sebab bahan bakar minyak (BBM), Bensin dipakai semuanya oleh Korban, sehingga tersangka menebas korban menggunakan parang berukuran 70 Cm,” Ungkap Kapolres Sorong AKBP. Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Dodi Pratama S.Ik saat konferensi Pers di Mapolres Sorong, Kamis (03/09/2019).

Lanjut Kapolres Sorong AKBP. Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Dodi Pratama S.Ik, Saat Tersangka menyampaikan Abang kenapa pakai semua bensin, sehingga saya tidak dapat bagian dan sekarang saya tidak bisa kerja karena tidak ada bensin. Mendengar itu Korban pun menjawab Kenapa jadi, ko mau apa? Karena ucapan itu terjadilah cekcok mulut antara Korban dan Tersangka,

Sekitar pukul 18.00 WI Korban dan Tersangka pun selesai mengkonsumsi minuman keras, Korban lalu kembali ke campnya yang berada di samping camp Tersangka, kemudian Tersangka mengikuti Korban dengan niat untuk meminta makan.

Tetapi saat sampai di camp Korban, Tersangka langsung diserang Korban dengan menggunakan parang dan Tersangka lalu menangkis menggunakan tangan serta berusaha merebut parang dari tangan Korban. Usai merebut parang dari tangan korban, tersangka yang merupakan teman Korban yang baru seminggu bekerja bersamanya, langsung mengayunkan parang pada bagian bahu kiri, kepala dan tangan yang digunakan korban untuk menangkis parang. Akhrinya Korban asal Sanger yang berdomisi di Base Camp PT. Mancaraya, Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong ini pun terjatuh.

Melihat Korban terjatuh, tersangka yang masih memegang parang kembali ke campnya untuk mengambil tas. Setelah mengambil tas Tersangka kembali melihat Korban yang sudah berada di luar camp dalam posisi duduk dan bersimbah darah, melihat Korban masih hidup Tersangka pun langsung mendekati Korban dengan niat untuk mengulangi perbuatannya agar bisa membuat Korban terbunuh.

Karena pemikiran Tersangka pada saat itu, Korban akan kembali melakukan perlawanan sehingga Tersangka kembali menyerang Korban pada bahu kanan dan punggung belakang, pipi kiri dan korban akhirnya meninggal dunia dan tersangka berjalan ke arah kampung terdekat.

Untuk penangkapan Tersangka terjadi pada hari yang sama yakni Minggu (29/9/2019), sekitar pukul 20.00 Wit, di TKP Kampung Klakak, Distrik Modus, Kabupaten Sorong.

“Sebelumnya ada laporan dari masyarakat yang memberikan informasi terkait adanya Pembunuhan, saya bersama Kanit Pidum, Kanit Tipidter dan 6 orang anggota bergerak ke TKP. Setelah sampai di TKP langsung di lakukan Olah TKP oleh team identifikasi dan mengamankan mayat Korban serta mencari keberadaan Tersangka, dan team berhasil mengamankan Tersangka yang mencoba melarikan diri dengan cara menumpang mobil truk yang lewat ke arah Aimas.” Bebernya.

Saat penangkapan tersebut team berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah parang berukuran 70 Cm bergagang kayu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Hasan di Sangkakan pasal berlapis diantaranya Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP Jo pasal 351 Ayat( 3) KUHP Tentang tindak pidana Pembunuhan dan atau penganiayaan Yang menyebabkan Mati, Dengan ancaman hukuman Pasal 338 KUHP maksimal 15 (lima belas) tahun dan Dengan ancaman hukuman pasal 351 Ayat (3) KUHP maksimal 7 (tujuh) tahun.

Diketahui saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dengan Tindak Pidana Pembunuhan dan atau Penganiayaan Yang Menyababkan Mati yang dilakukan oleh Tersangka terhadap Korban.(PBE)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.