Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penyerangan Pekerja Bagunan Di Wamena

Oasepapua.idTerkait insiden penyerangan terhadap pekerja bangunan yang menyebabkan Deri Datu Padang (30) berprofesi seorang pekerja bangunan meninggal dunia, kepolisian telah mengetahui ciri-ciri pelaku.

Kapolda Papua, Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pelaku penikaman terhadap dua orang pekerja buruh bangunan dilakukan oleh anak-anak muda yang tidak memiliki pekerjaan atau ‘freeman’.

“Ini dilakukan anak-anak muda yang  ingin hidup enak, tapi tidak mau bekerja. Sehingga melakukan gangguan-gangguan berupa perampasan dan sebagainya,” kata Kapolda di Pusak Pelayanan Polres Mimika, Minggu (13/10).

Kapolda mengatakan, dua orang pekerja bangunan yang menjadi korban, merupakan tukang bangunan yang baru saja mengerjakan pekerjaan kamar mandi di Gereja Katolik, Kampung Woma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kejadian tersebut dekat dengan jembatan, samping Kampung Woma.

“Masyarakat di Kampung Woma agak sedikit tertutup. Diduga banyak melakukan kekerasan terhadap ruko-ruko saat kejadian kemarin,” katanya.

Untuk itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memerintahkan Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) untuk melakukan penyelidikan kasus penyerangan terhadap pekerja bangunan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

“Saya sudah memerintahkan Direktur Reskrim Umum (Direskrimum) Polda Papua beserta penyidik, untuk membantu penanganan kasus ini,” ungkap Kapolda seperti yang dikutip Sindonews.

Pada berita sebelumnya, Deri Datu Padang (30) seorang pekerja bangunan tewas ditikam orang tak dikenal (OTK) saat melintas di dekat jembatan Woma, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (12/10).

Warga asal Toraja ini, meregang nyawa setelah ditikam di bagian perut dan mengalami pendarahan hebat. 

Dikutip dari Seputar Papua.com, awalnya korban bersama lima rekan lainnya berboncengan menggunakan empat unit sepeda motor, saat kembali dari lokasi kerja mereka di depan Paroki Woma menuju Kota Wamena.

Ketika sampai di depan jembatan Woma, korban yang tepat berada pada iring-iringan paling depan, tiba-tiba ditikam oleh OTK yang berjumlah dua orang.

Pelaku berciri-ciri pria dewasa memakai baju merah dan satunya masih remaja. Keduanya melarikan diri ke arah kuburan lama.

Setelah ditikam, korban yang mengendarai motor terjatuh kemudian berusaha bangkit kembali mengendarai motor dengan kondisi pisau masih tertanam di perut. 

Korban melapor di Pos Brimob dekat Pasar Woma kemudian dilarikan ke RSUD Wamena. Sesampainya di rumah sakit, kondisi korban semakin kritis karena mengalami pendarahan hebat. 

Korban sempat menjalani penanganan medis, namun nyawanya tak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia pada pukul 16.50 WIT. (Red004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.