Pilkada 2020, Panglima TNI Sebut Wilayah Papua Berpotensi Konflik & Politik Uang

Oasepapua.id Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) telah memetakan sejumlah potensi kerawanan dalam Pilkada Serentak 2020, yang berlangsung pada 270 daerah terdiri dari 9 provinsi 37 kota dan 224 kabupaten di seluruh Indonesia. 

Hal tersebut diuraikan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).

Dalam pemeparannya, Kata Hadi, potensi kerawanan dalam pilkada ini terdapat pada aspek penyelenggaraan, aspek kontestasi dan aspek partisipasi.

Pilkada Serentak akan digelar di 270 daerah yang terdiri 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten. Secara khusus, Hadi memberikan atensi pada wilayah Papua. Kata dia, wilayah Papua masih rentan terhadap konflik horizontal berbau SARA

” Daerah yang diperkirakan berpotensi konflik karena isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), konflik horizontal, dan politik uang adalah di wilayah Papua.” Ungkap Hadi Seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan untuk mengamankan pelaksanaan pilkada serentak tersebut, TNI menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk perbantuan kepada Polri sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku.

“Tahapan pilkada serentak dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2019 sampai dengan 23 September 2020 sebagaimana yang dilaksanakan pada pengamanan pilkada serentak yang lalu, TNI tentunya akan dilibatkan sesuai dengan tahapan pilkada tersebut,” kata Hadi.

Dia mengatakan pada Pemilu 2019 yang lalu, TNI mengerahkan kekuatan sebesar dua per tiga dari kekuatan yang dikerahkan Polri.

RDP Komisi I DPR dengan Panglima TNI tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dan Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Bambang Kristiono, dan Teuku Riefky Harsya.(red004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.