Penyeludupan 15 Kakatua Jambul Kuning Keluar Marauke Digagalkan

Oasepapua.id– Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK melalui Kapolsubsektor Bandara Mopah Merauke Ipda Lumban Turuan dan anggotanya serta aparat keamanan di Bandara Mopah Merauke pada (8/11) berhasil menggagalkan penyelundupan 15 ekor burung Kakatua jambul kuning (Cacatua galerita).

Belasan satwa liar dilindungi  diduga akan dikirim keluar Marauke kini telah diamankan di Kantor Karantina Pertanian Merauke untuk diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (BKSDA) guna dilakukan proses lanjut.

Dikutip dari situs resmi kesdae.menlhk.go.id pada (11/11) bahwa pengungkapan upaya penyelundupan 15 ekor burung Kakatua bermula di gudang cargo Bandara Mopah, Jumat (8/9) sekitar pukul 08.00 WIT.

Petugas AVSEC Bandara Mopah  bernama Indra Gautama,saat melakukan pengecekan di areal cargo sebelum pengiriman barang, saksi (Indra) menemukan karton yang terbungkus kantong plastik hitam, kemudian Saksi melaporkan dan bersama-sama Petugas Polisi Kehutanan dan Petugas Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke memeriksa karton tersebut. Ternyata di dalamnya berisi 15 ekor burung kakatua jambul kuning (Cacatua galerita).

Para petugas kemudian mengamankan seorang pegawai jasa cargo, dan membawa 15 ekor kakatua jambul kuning ke Pos Karantina Pertanian di Bandara Mopah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Untuk pemilik burung belum diketahui dan saat ini masih dilidiki dan identitas pengirim (kurir) diketahui atas nama JVH beralamat Jalan Sesate Merauke sebagai pegawai kargo Marsyavin.

Selanjutnya Polisi Kehutanan Bidang KSDA Wilayah I Merauke menyerahkan pegawai jasa cargo beserta barang bukti kepada Penyidik Gakkum Seksi Wilayah III Balai Gakkum Maluku Papua, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, Irwan Efendi, S. Pi., M. Sc. memberikan apresiasi kepada para pihak, khususnya CIQ Bandara Mopah, yang telah membantu menggagalkan pengiriman satwa liar dilindungi. Irwan mengatakan, “Semoga sinergitas yang sudah terbangun selama ini bisa terus berjalan, dan bisa lebih baik lagi demi menjaga kelestarian satwa-satwa liar dari praktik ilegal.”

Senada dengan Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S. Hut., M. Si. menyatakan sedih saat menerima laporan tersebut. “Sebulan lalu kita sudah menangkap pelaku ilegal satwa liar dilindungi di Merauke, ternyata belum memberikan efek jera. Oleh sebab itu, pelaku yang ditangkap harus diproses hukum agar ada efek jera. Kami berharap, masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak menangkap dan memperniagakan satwa liar dilindungi tanpa izin,” ungkap Edward. 

Sementara itu, Kapolsubsektor Bandara Mopah Merauke bahwa Rencana Burung tersebut akan di kirim menggunakan kargo pesawat garuda Tujuan Jayapura dan terhadap pelaku akan jerat dengan ( UU Nomor 5 Yahun 1990) karena Burung tersebut di amankan karena dikategorikan satwa yg di lindungi,ungkapnya. (Red004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.