Home Opini PASKAH: BALIK ARAH ATAU TERUS BERLAYAR?

PASKAH: BALIK ARAH ATAU TERUS BERLAYAR?

PASKAH: BALIK ARAH ATAU TERUS BERLAYAR?

Oleh: Anselmus Atasoge

 

Hari ini, Minggu, 1 April 2018, segenap umat kristiani di seluruh dunia merayakan paskah. Istilah ‘paskah’ berasal dari kata bahasa Ibrani Pesakh, yang artinya harafiahnya adalah lewatatau Tuhan lewat. (Kej. 3:8; Kel. 12: 13b)

Makna Paskah dalam Perjanjian Lama (PL) bisa dibaca kejadiannya pada Kel. 12: 12-13, yaitu pada peristiwa kematian semua anak sulung di tanah Mesir, baik manusia mau pun binatang. Dalam peristiwa ini, Allah berjalanmelewati (=pesakh) rumah-rumah, dan  pada setiap pintu yang bertanda darah, Allah akan melewatkannya, tetapi tidak demikian pada rumah-rumah yang pintunya tidak bertandakan darah, di situ akan terjadi tulah kemusnahan.

Pada momen paskah hari ini, umat kristiani memperingati momen Yesus dibangkitkan Allah dari kematian-Nya di salib. Dalam konteks ini, hari Paskah merupakan hari kemenangan atas kematian, tetapi bukan kemenangan dengan tari gembira, bukan kemenangan yang menghancurkan musuh. Tidak ada musuh yang mau dikalahkan Yesus, tulis Romo Franz Magnis Suseno.

Di salib, Yesus memaafkan mereka yang membawanya ke tempat itu. “Bapak, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Kemenangan Yesus bukan kemenangan balas dendam, melainkan kemenangan cinta kasih. Mereka yang memusuhi-Nya pun masih dirangkul.

Karena itu dapatlah dikatakan bahwa kemenangan paskah adalah kemenangan kebaikan hati terhadap kebencian, kemenangan pengampunan terhadap balas dendam, kemenangan hati yang baik terhadap hati yang keras. Dalam kemenangan Paskah, mereka yang sesat hatinya pun dirangkul dan dicintai.

Hemat saya, seluruh peristiwa dan karya Yesus semasa berkarya di Palestina dan yang berpuncak dalam peristiwa paskah adalah sebuah pemakluman atas kemenangan ini. Dasar yang tak terbantahkan di atas kisah kemenangan ini adalah cinta Allah. Allah sendiri diyakini umat kristiani sebagai cinta itu sendiri. Di hadapan Allah, segala-galanya dapat menjadi baik karena Allah adalah cinta kasih.

Sejatinya, paskah Tuhan mengajak segenap umat kristiani untuk memenangkan cinta atas kebencian, memenangkan kebaikan atas keburukan. Dan, sesungguhnya paskah mengajak mereka untuk ‘berbalik arah’: menepis kebencian, mengurai dendam, mencairkan kebekuan hati dengan menaburkan cinta dan kebaikan. Paskah menggugah umat kristiani untuk ‘berbalik arah’ atau ‘terus berlayar’ dalam situasi-situasi yang tak mengenakan. Jika yang dipilih adalah aksi ‘berbalik arah’ maka sesungguhnya di sisi inilah, Allah yang adalah cinta sungguh hadir dan bersemi dalam seluruh sisi kehidupan umat kristiani. Syallom paskah 2018!***

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.