IJTI Pengda PB Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Putra-Putri Papua

Oasepapua.idIkatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengurus Daerah (IJTI Pengda), Papua Barat menggelar pelatihan jurnalistik bagi Putra dan Putri Papua. Kegiatan yang bertajuk “Membangun Kreativitas Pemuda di Era Digital dengan Karya Jurnalistik” berlangsung di Aula Balai Diklat, Kota Sorong, Papua Barat, Rabu, (24/10).

Paserta saat mengikuti materi

Ketua IJTI Pangda PB, Chandry Andrew Suripatty mengatakan salah tujuan kegiatan pelatihan ini yakni untuk membangun kreativitas bagi generasi muda Papua dalam dunia jurnalistik, pasalnya mereka memiliki kemampuan dan kreativitas yang besar, tapi sayangnya, pemerintah kurang memperhatikan mereka yang memiliki potensi luar biasa.

“Kawan-kawan ini punya skill sebenarnya, cuman sayangnya Pemerintah Kurang melihat, mereka ini punya potensi yang luar biasa, dengan pelatihan ini kita bisa membuka pola pikir sehingga anak Papua dapat  kreativ. Namun mereka tidak harus menjadi wartawan, tetapi bagaimana mereka bisa menjadi pemuda yang memiliki kreativitas yang dapat dikembangkan mungkin melalui pembuatan film dokumenter, menulis di blog dan youtube,” Ungkap Chandry.

Akan tetapi, sambung Chandry, semua yang diberikan tidak terlepas dari materi tentang jurnalistik diantaranya, kerangka etika jurnalistik, kode etik jurnalistik, hukum pers, kemudian bagaimana cara menangkal hoaks yang memang sangat berbahaya, sehingga anak muda Papua yang memiliki kemampuan ini bisa membuat suatu tulisan atau karya yang inovatif.

“Kita membantu mereka yang memiliki kemampuan jurnalistik dan mereka akan disalurkan sesuai dengan bidangnya, mungkin di bagian humas pemerintahan, youtuber, blogger dan lain sebagainya,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiata,n Michael Kabuare mengatakan untuk menghadapi era digital, penting sekali membuat pelatihan seperti ini, agar anak Papua bisa lebih cepat mengetahui tentang dunia dan tidak terfokus untuk bekerja hanya dibidang pemerintahan saja. Namun mereka harus bisa melirik sektor-sektor lainnya.

“Kita mempersiapkan mereka untuk memahami tentang dunia jurnalistik, sehingga dari mereka mungkin ada yang mau jadi jurnalis, blogger dan mampu mengedit video yang baik. Sehingga tampilan dari hasil karya mereka bisa di upload ke Youtube dan menghasilkan uang, dan yang terpenting mereka bisa menjadi agen penangkal hoaks ” terangnya.

Untuk diketahui Dalam pelatihan jurnalistik, diikuti 120 peserta se-Sorong Raya. Mereka generasi emas yang memiliki antusias yang cukup tinggi dan tentunya kemampuan yang bagus. Selain materi, pihak panitia pun akan memberikan pelatihan dengan turun lapangan untuk prakter menjadi wartawan. (Pbe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.