Kejaksaan Negeri Merauke Resmi Tahan Direktur PT  PBC, Ini Alasannya!

Oasepapua.id– Kejaksaan Negeri Merauke resmi tahan Direktur PT. PBC Inisial MAS selama 20 hari dengan kasus melakukan penggelapan pajak ratusan juta rupiah dalam kurun waktu oktober-november tahun 2014.

MAS di tetapkan sebagai tersangka mulai kamis (15/8/2019).

I Wayan Sumertayasa, Kejari Merauke saat jumpa pers Kamis kemarin, setelah penyerahan dan penahanan tersangka dari Kejaksaan Tinggi ke Kejari Merauke mengatakan tersangka resmi ditahan selama 20 hari karena diduga kuat gelapkan pajak ratusan juta rupiah. Setelah dilakukan Penahanan tersangka selama 20 hari, pihaknya juga mempersiapkan surat dakwaan untuk dilimpahkan kepengadilan dan disidangkan.

Selanjutnya, Soehandro Dwitomo Kepala Kantor pelayanan Pajak Pratama saat dikonfirmasi mengatakan tindak pidana yang dilakukan tersangka yakni dengan sengaja tidak menyetor pajak pertambahan nilai (PPN) yang dipungut ke kas negara dalam kurun waktu oktober hingga november 2019.

“MAS diduga kuat dengan sengaja tidak menyetor pajak PPN pada oktober hingga november 2014, sehingga negara mengalami kerugian sekitar Rp 778.796.242”, jelas Soehandro.

Kasus ini tambah Soehandro, terjadi semasa tersangka masih menjabat sebagai direktur PT.PBC. Kasus perkara ini menjadi efek jera bagi siapapun yang bermain-main dengan pajak karena pajak merupakan pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan. Selain itu, pihaknya juga memberikan kesempatan dan pembinaan untuk mengembalikan setiap pajak yang belum disetor sampai batas waktu yang ditentukan.

Untuk diketahui Direktur PT. PBC inisial MAS resmi ditetapkan tersangka dan ditahan kejari Merauke karena lakukan penggelapan pajak ratusan juta rupiah tahun 2014 pada bulan oktober-november.

Tersangka yang bergerak dibidang usaha perminyakan Kabupaten Merauke melanggar pasal 39 ayat (1) huruf I UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang penentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah dan terakhir UU Nomor 28 Tahun 2007 bunyinya setiap orang yang dengan sengaja tidak menyetor pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dipidana dengan penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun didenda sedikit 2 kali jumlah pajak yang terutang yang tidak dibayarkan dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang kurang atau tidak dibayar.(Ceposline/005)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.