Karantina Pertanian Kelas I Sorong Musnahkan Media Pembawa HPHK & OPTK

Oasepapua.id–  Karantina Pertanian Kelas I Sorong memusnahkan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina  (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) bertempat di kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong JI. Selat sunda kompleks Bandara Deo Sorong), Papua Barat, Rabu (9/10).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Karantina Kota Sorong Drh.Iwayan Kartanegara, Kepala KPPBC TMP C Sorong Bambang Eko Prawinestyono, Kepala kantor Pos Kota Sorong Edwin, pelayanan Ops Karantina Pertanian Drh.Sulistiawati, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Dan Cukai Tipe B Sorong Kholis Kamaluddin,S.T, Asintel Danpasmar 3 Kolonel Mar Ferdy Erwin Takaendengan, Kapolsek Bandara Kota Sorong Iptu Ikraman MS. Sh, Perwakilan POM AD Letda Cpm Ibnu, Danpos Ramil Sorong manoi  Pelda Pandapotan K.Siregar, Paidik Pomal Lantamal XIV Lettu Laut (PM) Sukardi, Iptu pol ikraman, Kodim peltu siregar, dan Kasi Pamfik Armada III Letda Laut PM Nirwan.

Kepala Karantina Kota Sorong Drh.I Wayan Kartanegara mengatakan bahwa tindakan pemusnahan terhadap OPTK berupa teh asal Shanghai Cina, Daun Kering asal Malaysia, Benih Tanaman Holtikultur asal Singapura, Malaysia, Taiwan dan Buah Kurma asal Saudi Arabia, masuk secara ilegal.

Dijelaskannya, SKP Sorong telah melakukan pengawasan terhadap segala bentuk media yang berasal dari luar negeri baik itu berupa tanaman atau benih hortikultura, hingga dilakukan penyitaan kepada barang tanpa di lengkapi dokumen guna untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar.

Menurutnya, Kegiatan Pemusnahan terhadap media Pembawa (MP) dilakukan karena MP tidak dilengkapi dengan Phytosanitari Certificate (PC) atau sertifikat kesehatan dari negara asal sesuai  UU no. 16 Tahun 1992 serta Permentan No. 09 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pemasukan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Ke Dalam Wilayah Negara Republik
Indonesia.

” Dengan ditegakkanya UU pelarangan masuknya barang berupa media  yang berasal dari luar negeri baik itu berupa tanaman atau benih hortikultura akan kita tindak dengan tegas hal tersebut sebagai wadah untuk mengamankan Daerah kita dari Penyebaran penyakit atau pelangaran pelangaran yang terjadi di Wilayah Papua Barat.” Ucap Dia

Oleh karena itu, Lanjut Dia sebagai instansi pemerintah yang tugas dan fungsi mencegah masuk dan menyebarnya penyakit baik hewan tumbuhan yang melalui media pembawa baik itu melalui hewan tumbuhan dan perlu bekerja sama untuk menjaga bersama agar penyebaran penyakit melalui produk produktersebut / media dapat kita hambat bersama.

Diharapkan kepada seluruh intansi mengajak untuk bergandengan tangan untuk mengatasi hal ini karena tugas ini tanpa ada kerja sama antara intansi terkait  SKP Sorong tidak bisa bekerja maksimal sehingga dapat memberikan kesejahteraan dan kenyamaan masyarakat di tanah Papua ini.

” Untuk pengawasan Masuknya barang ilegal dari luar Negeri berupa media pembawa HPHK dan OPTK Impor perlunya di tingkatkan karena hal tersebut sebagai penyebaran penyakit ke wilayah Indonesia dari Luar Negeri. ” ujarnya

Kepala KPPBC TMP C Sorong Bambang Eko Prawinestyono memberikan apresiasi kepada Setasiun Karantina Pertanian ( SKP ) Sorong yang mana telah  memutus mata rantai penyebaran penyakit di Wilayah Papua khususnya di Wilayah Sorong.

Kata Bambang bahwa dalam pengiriman barang perlunya dilengkapi bikumen dokumen agar proses pengiriman dapat berjalan dengan baik.

” Kami akan melakukan tugas dukungan dari intansi lain melakukan pengawasan yaitu berupa barang Inpor maupun Espor sehingga kami akan melakukan pelarangan terhadap barang Impor atau Ekspor,”Tangksa Bambang

Sementara itu, Kepala kantor Pos Kota Sorong
Edwin mengatakan bahwa terjadinya hal itu perlunya kami bekerja sama oleh intansi terkait tersebut guna untuk menghambat peredaran barang terlarang seperti apa yang sudah dilakukan oleh  Setasiun Karantina Pertanian ( SKP ) Sorong

” Saya berharap perlunya kerjasama antara karantina dan Bea dan Cukai Sorong, Pasalnya pihaknya tidak mempunyai bidang pengawasan dan pencegahan khususnya barang barang yang keluar masuk karena kami tidak mempunyai wewenang untuk memeriksa dan menindak.” Tuntasnya.

Untuk diketahui Barang bukti yang dimusnahkan:  diantaranya Teh kering dari China : 2 kg, Benih bunga matahari & bunga, tulip dari Singapura : 0.010 kg, Daun Kering  dari Malaysia : 0,165 kg, Benih bunga & sayuran dari 6. Malaysia : 0,026 kg, Benih bunga & sayuran dari Malaysia : 0,007 kg, Benih bunga & sayuran dari Taiwan : 0,012 kg, Benih bunga & sayuran dari Malaysia : 0,017 kg, Benih bunga & sayuran dari Malaysia : 0,027 kg, Benih bunga & sayuran dari 0,01 kg, Buah Kurma muda & kurma kering dari Arabia  16.405 kg. (Pbe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.