Kapolda Papua Bantah Laporan Veronica Koman Terkait Tahanan Politik

Oasepapua.idKapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw membantah penyataan aktivis Veronica Koman, terkait adanya 57 orang tahanan politik Papua seperti yang diberitakan beberapa media belum lama ini, Jumat (14/02/2020).

Kapolda mengatakan, ke 57 orang tahanan itu merupakan tersangka kasus kriminal murni karena terlibat kerusuhan di Papua, pada Agustus 2019 lalu. Kapolda menilai, pernyataan Veronica Koman tidak memiliki dasar hukum dan terkesan mendiskreditkan aparat kepolisian yang berupaya melakukan penegakan hukum usai kerusuhan tersebut.

Lanjut, Kapolda menambahkan, tindakan yang telah diambil polisi terhadap para tersangka ini merupakan penegakan hukum positif terkait tindakan pidana.

“Saya selaku Kapolda Papua menolak keras adanya pernyataan Veronica Koman. Ke 57 orang yang ditangkap polisi ini bukan kasus politik, tapi mereka di tahan atas aksi kriminalitas yang mereka lakukan pada kerusuhan lalu. Yang kita lakukan adalah penegakan hukum positif di Indonesia,”kata Kapolda Papua.

Terkait dengan itu, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan pernyataan Veronica Koman yang bertujuan untuk memperkeruh keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua.

Lagi Kapolda menambahkan, Polda Papua tidak akan tinggal diam jika ada oknum tertentu yang mencoba mengganggu kamtibmas, dengan mengeluarkan pernyataan yang bersifat provokatif.

 “Jangan asal berkoar tidak jelas tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Itu murni tindak kriminalitas, banyak korban jiwa dan harta benda,”Kata Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Diketahui, sejumlah oknum masyarakat terpaksa diamankan kepolisian karena terlibat kasus kerusuhan di Jayapura pada tahun lalu. Setelah dilakukan pendalaman, polisi akhirnya menetapkan 57 orang sebagai tersangka utama dalam kasus kerusuhan tersebut.

“Saat ini mereka sedang menjalani proses peradilan di sejumlah tempat yang berbeda. Kami berharap mereka bisa mendapatkan hukuman yang setimpal sebab kerugian yang ditimbulkan pada kerusuhan tersebut tidak sedikit,” pungkas mantan Kapolda Sumut itu.(TrbratanewsPapua.//004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.