Dinkes : Penularan Filariasis di Kota Sorong Diatas Satu Persen

Oasepapua.idDinas kesehatan (Dinkes) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat mengungkapkan angka kasus filariasis atau kaki gajah di wilayah itu diatas 1 persen.

” Dari kasus yang ada hasil survei itu angka penularan daripada penyakit filariasis itu sendiri dia sudah di atas 1%  ” Ungkap Plt Kadis Kesehatan, Hermanus F Kalasuat, pada kegiatan pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Penyakit Filariasis atau Kaki Gajah dalam rangka Bulan Eliminasi Kaki Gajah Tahun 2019, di halaman Kantor Distrik Sorong, Rabu (13/11/2019) pagi.

Hermanus menyatakan Kota Sorong dikategori daerah endemis, pasalnya angka penularan sudah diatas satu persen.” Hal ini sejak 2018, untuk cakupan atau target pencegahan penyakit kaki gajah diatas 85 persen,  kalau dari data survei kita itukan sudah lama hanya saja tidak mencuat ke permukaan” Bebernya.

Pihaknya berharap, dapat mencegah dan menekan angka penularan yakni harus dibawah satu persen. Mengingat tahun 2018 cakupan sudah diatas 85 persen, maka di tahun 2019 pihaknya berharap kalau bisa target harus sama bila perlu lebih, karena akan menjadi tolak ukur pada lima tahun kedepan. Kegiatan pemberian obat penyakit kaki gajah sudah mulai dilaksanakan bulan oktober lalu sampai sekarang.

” Untuk itu, sebagai upaya dari dinas kesehatan sendiri akan terus menyuarakan melalui media-media masa lalu juga melalui para Lurah, Distirk dan  puskesmas untuk terus meningkatkan penyuluhan terkait dengan Bagaimana menyampaikan informasi ini menyebar luas dan informasi untuk masyarakat kita supaya mereka bisa mengerti bahwa dampak dari pada penyakit penyakit ini cukup berbahaya.” Tangkasnya.

Kesempatan yang sama, Wali Kota  diwakili plt Asisten 1 Setda Kota Sorong Rahman,  mengatakan kegiatan pencegahan penyakit kaki gajah yang dilaksanakan, dalam rangka kesepakatan global untuk eliminasi penyakit kaki gajah sampai dengan tahun 2020.

Dalam sambutan Wali Kota, menguraikan bahwa hal ini adalah prioritas dalam pembangunan kesehatan yang telah dimulai sejak tahun 2015 yang lalu dengan harapan  kepada seluruh warga masyarakat Kota Sorong yang berusia 2 sampai dengan 70 tahun silakan datang ke Puskesmas yang tersebar di kota Sorong untuk mendapatkan informasi sekaligus untuk memperoleh pencegahan masalah penyakit kaki gajah.

Kegiatan ini juga, Kata Dia, hal ini merupakan bukti nyata perwujudan kepedulian pemerintah kepada masyarakat dengan harapan pada program pemerintah untuk mengeliminir penyakit kaki gajah di tahun 2020 dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.

“Saat ini mungkin kita sedang tidak mengalami penyakit kaki gajah, tetapi hal ini dilakukan untuk mencegah agar terbebas dari penyakit tersebut,. Ada kata pepata Lebih baik mencegah dari pada mengobati”  Kata Rahman

Dengan demikian, dirinya menghimbau kepada seluruh petugas kesehatan dan juga PNS di distrik dan kelurahan agar memberikan penjelasan dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar pengobatan masal ini dapat sampai keseluruh lapisan masyarakat.

” Pada initinya bagaimana cara kerjasama kita dalam menggerakan serta sebarluaskan informasi ini, sehingga target yang kini sudah 85% bisa melebihi.”Tuntasnya.(Pbe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.