BKSDA Papua Barat Lepasliarkan Satwa Lindung di Taman Wisata Alam Sorong

Oasepapua.id– Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 dan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Papua Barat melakukan pelepasliaran 13 ekor satwa yang dilindungi, di Taman Wisata Alam Sorong, KM 14 Kota Sorong, Papua Barat, Jumad (16/8/2019).

Pelepasliaran 13 ekor satwa adalah Kakatua Koki (Cacatua Galerita) 3 ekor, Kasturi epala hitam (Lorius lory) 2 ekor, Nuri Bayan (Eclectus roratus), Parkici Pelangi (Trichoglossus heamatodus) 7 ekor.

Hadir kegiatan ini, Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat Ir. R. Basar Manullang M.M., Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong Julian Kelly Kambu, Kepala Karantina Kota Sorong Bok. Iwayan Kartanegara, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, MA, Wadan Pasmar 3 Kolonel Mar Soeharijadi, Asintel Pasmar 3, Kol Mar Ferdi E Kakae Ndgan, Paban Pamgal Sintel Pasmar 3 Letkol Mar Prahardian Pribadi SH, Pemilik Hak Ulayat, Ani malaseme dan mahasiswa pencinta alam Kota Sorong.

Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat Ir. R. Basar Manullang M.M. mengatakan kegiatan pelepasliaran satwa liar dilindungi ini merupakan salah satu usaha untuk mengintroduksi satwa-satwa hasil patroli dan penyerahan masyarakat. Kegaiatan ini salah satu upaya penanganan terhadap kepemilikan dan perdagangan TSL dilindungi dan salah satu tindak lanjut deklarasi pencanagan dan pemberantasan TSL pada wilayah Provinsi Papua Barat.

“Satwa ini berasal dari Patroli rutin Polisi Kehutanan bersama dengan instansi lain serta penyerahan secara sukarela dari masyarakat yang sudah sadar terhadap satwa yang dilindungi kepada pihak balai besar KSDA Papua Barat dan telah direhabilitas dikandang transit selama kurang lebih 3 sampai 12 bulan,” Ungkapnya

Dikatakannya, memelihara satwa liar dilindungi oleh masyarakat adalah tindakan yang melanggar hukum juga bisa menularkan penyakit dan menyelamatkan sifat liat hewan serta juga mengancam keselamatan dan kesejahteraan satwa.

“Berdasarkan UUD Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati dan ekosistem Pasal 20 ayat 1 bahwa setiap orang dilarang menangkap, melukai, menyimpan dan memiliki mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi UU dalam keadaan hidup secara sengaja dengan ancaman pidan 5 tahun penjara dan denda Rp. 100.000.000 “, Pungkasnya.

Untuk itu, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam mencegah kepemilikan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi UU. Jika memiliki informasi dilaporkan ke Balai Besar KSDA Papua Barat. (PBE)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.