Bangun Destinasi TWA, Masyarakat Suku Moi dan Pemerintah Lakukan Upacara Adat Moi

Oasepapua.id– Dalam rangka pelaksanaan kerja sama penyelenggaraan konservasi in situ, tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di Provinsi Papua Barat (PB) yang dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan Destinasi alam di Taman Wisata Alam (TWA), KSDA Papua Barat, PT. Pertamina RU VIlIl Kasim, PT. Petrogas Basin Limited dan Masyarakat adat Suku Moi serta pemerintah Sorong dan Kota Sorong, melaksanakan gelar upacara adat Suku MOI sebagai wujud penghormatan terhadap keberadaan adat dan budaya masyarakat Papua Barat, di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Jln. Sorong – Klamono, kelurahan Klablim, Distrik klaurung, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (8/10/2019).

Upacara diawali prosesi adat yang dipimpin oleh Bpk. Kristian Ulim (Ketua Adat suku Moi)

General Manager PT. Pertamina RU VIlIl Kasim Edy januari Utama dalam sambutanya menyampaikan bahwa Kegiatan ini selaras dengan perusahaan kami yakni dalam bidang Pendidikan, kesehatan pemberdayaan ekonomi dan lingkungan hidup.

“Kegiatan upacara adat dimulainya In Situ sejalan dengan tugas pokok kami senagai BUMN besar harapan kami nantinya dapat bermanfaat bagi kita semua bagi lingkungan dimana kita tinggal hal itu jugak nantinya dapat bermanfaat bagi anak cucu kita kedepan.” ucapnya.

Senada pula dengan Enviromental Senior Supervisior PT. Petrogas Basin Limited Engelbert, Bahwa pengelolahan Destinasi Alam ini, untuk Peningkatan ekonomi adat di Wilayah Moi karena Destinasi alam ini ada di tanah Malamoi ini adalah milik kita bersama

Ia mengatakan terwujudnya kegiatan ini tidak lepas dari intansi terkait serta stekholder dan kami terlibat di dalamnya sebagai dampak kemajuan Destinasi alam ini.

Semantara Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat Basar Manullang mengatakan bahwa konservasi dan budaya keduanya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Kegiatan ini juga, Lanjut Dia, tidak lepas dari upaya Balai Besar KSDA Papua Barat dalam pengembangan TWA Sorong sebagai destinasi wisata di Papua Barat khususnya di Sorong Raya dengan melakukan Penyelenggaraan Konservasi In Situ Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.

“Rencananya setelah ini akan mulai dilakukan pembangunan secara bertahap di dalam TWA Sorong hingga tahun 2022 berupa kandang sanctuary kandang habituasi, Klinik dan karantina hewan, gudang pakan hewan, jalan trekking untuk pengunjung pembuatan gapura dan gazebo edukasi oleh PT Pertamina RU VII Kasim,” Bebernya.

Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung segala proses dalam pengembangan TWA Sorong untuk menjadi destinasi wisata konservasi berkelas international baik dalam penyadartahuan, infrastruktur pengamanan pendukungnya tataran dalam penyediaan mekanisme kerja sama sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Bupati Sorong yang diwakili oleh Klaas Osok, S.Sos.M.Si Asisten III Setda Kab. Sorong, bahwa kekayaan hayati di wilayah ini kurang lebih terdiri dari 30 % flora dan 40 % Fauna sehingga besar harapan pemerintah setempat untuk bersama sama untuk menjaga klestarian alam tersebut.

“Dalam kerja sama pembangunan Destinasi alam ini antara KSDA Papua Barat, PT. Pertamina RU VIlIl Kasim , PT. Petrogas Basin Limited dan Masyarakat adat Suku Moi pemerintah Sorong sangat mengapresiasi dengan baik karena hal tersebut nantinya berdampak positif bagi masyarakat adat Suku Moi,” Tangkasnya.

Wali Kota Sorong yang diwakili oleh Rahman, Asisten 1 Sekda Kota Sorong menyampaikan dalam pembangunan Destinasi alam ini bisa menjadi peningkatan perekonomian khususnya bagi masyarakat Malamoi untuk pendapatan yang lebih baik.

Untuk itu Wali Kota mengharapkan kepada Masyarakat Sorong khususnya Masyarakat Malamoi dalam pengelolahan Destinasi ini dapat menjadi nilai tambah pemerintah daerah sebagai tempat wisata natural alami, karena di era saat ini konsumen lebih tertarik dengan wisata alam.

“Pada intinya harapan pemerintah daerah Hutan lindung yang akan di kelola ini dapat di kelola menjadi Destinasi alam sebagai objek wisata alam yang bermanfaat bagi masyarakat Lokal maupun non lokal,” Tuntasnya (PBE).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.