150 Pengusaha OAP MKM di Kota Sorong Dapat Bantuan Modal Usaha

Oasepapua.id Pemerintah hadir untuk memberi kesejahteraan kepada rakyatnya, Namun sebagai bentuk motivasi usaha dan dapat meningkatkan perekonomian, Pemerintahan Daerah Kota Sorong melalui Dinas Koperasi dan UKM menyerahkan bantuan modal usaha bagi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) mikro kecil dan menengah (MKM) Tahun Anggaran 2019.

Secara simbolis penyerahan kwitansi dan surat pernyataan oleh Wali Kota Sorong Lambert Jimau kepada perwakilan, berlangsung di Aula SMK YPK Immanuel Kota Sorong Rabu (06/11).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Sorong Yance Jitmau mengatakan bahwa kegiatan bantuan modal usaha mikro kecil dan menengah diberikan kepada OAP sebanyak 150 orang UKM di wilayah pemerintah kota Sorong.

” Adapun tujuan bantuan ini adalah untuk memberikan bantuan modal usaha bagi OAP Mikro Kecil dan Menengah di Kota Sorong; Pemberian bantuan modal usaha sebagai tanggung jawab moril Pemerintah Kota Sorong dalam melakukan pembinaan, pengawasan dan control bagi UKM untuk memajukan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Sorong; serta sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Sorong.” Jelasnya.

Untuk bantuan ini, Lanjut Dia, dari 150 pengusaha asli papua mendapatkan bantuan sebesar Rp 5.000.000 dan akan disalurkan ke tiap rekening masing-masing.

” Jadi bantuan ini nantinya kita kirim lewat rekening, kalau ini (Acara penyerahannya. red) secara simbolis kwitansi dan surat peryaatan,” Kata Yance.

Sementara itu, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau mengatakan pemberian bantuan modal usaha salah satu pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi khususnya OAP.

” Bantuan ini sebagai modal dasar yang melakukan jual beli, belanja di produksi, sehingga dari bantuan ini bisa mencukupi kebutuhan mereka,” Ungkapnya.

Dari jumlah 150 pengusaha tersebut, Lanjut Lamber, akan ditambah lagi 50 orang pengusaha OAP asal Moi. Sehingga  Kata Dia harus adil dan tidak boleh pilih kasih.

“Jangan hanya orang-orang itu saja yang mendapatkan bantuan, tapi juga harus diberikan kepada mereka yang sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan terutama pengusaha asli Moi yang merupakan pemilik tanah. ” Tegas Lamber

Untuk itu, Dirinya meminta Dinas terkait harus didata dengan baik pengusaha OAP asli Moi, supaya tidak ada tumpang tindih dalam pemberian bantuan. (pbe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.